Salatiga – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpersip) Kota Salatiga menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pelestarian Naskah Kuno bertema “Dimensi Esoteris dan Eksoteris dalam Serat Warna-Warni: Mengungkap Pengetahuan Lokal Naskah PH 13 Salatiga”, Kamis (27/8/2026), di Ruang Mini Teater Dinpersip.
Kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala Dinpersip Kota Salatiga, Adhi Isnanto, S.Sos., M.Si., dan menghadirkan Ahmad Alfan Rizka Al Hamami, M.Hum. dari Komunitas Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA) sebagai narasumber/pemantik diskusi. FGD diikuti akademisi UIN Salatiga dan UKSW, guru Bahasa Jawa SMP Negeri se-Kota Salatiga, komunitas sejarah dan budaya, pemilik naskah kuno, serta Tim Identifikasi dan Pendataan Naskah Kuno Dinpersip.
Dalam sambutannya, Adhi Isnanto menyampaikan bahwa FGD ini menjadi bagian dari upaya menggali dan mendayagunakan isi naskah kuno yang dimiliki Kota Salatiga. Selama dua tahun terakhir, Dinpersip telah mendata 37 naskah kuno, mendaftarkan 30 naskah ke basis data nasional Khastara Perpustakaan Nasional RI, melakukan alih media terhadap 12 naskah, serta alih aksara dan alih bahasa pada 5 naskah.
Diskusi kali ini mengangkat naskah “Serat Warna-Warni: Kumpulan Pengetahuan” milik Panji Hanief Gumilang, yang memuat beragam pengetahuan lokal, mulai dari bahasa, primbon petungan, pengobatan tradisional, mantra, hingga ajaran makrifat.
Melalui FGD ini, Dinpersip berharap hasil kajian naskah kuno dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran di sekolah, bahan penelitian akademik, serta inspirasi bagi pegiat budaya dalam mengembangkan berbagai karya. Dengan demikian, naskah kuno tidak hanya terjaga kelestariannya, tetapi juga semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.


















