Salatiga – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpersip) Kota Salatiga menjalani visitasi dan asesmen akreditasi Perpustakaan Umum Daerah oleh Tim Asesor Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Kamis (17/9/2026).
Tim asesor yang terdiri dari Maria Sobon Sampe, S.Sos., M.M. dan Drs. Budi Kurniawan disambut Plt. Kepala Dinpersip Kota Salatiga, Adhi Isnanto, S.Sos., M.Si., beserta jajaran di Ruang Mini Teater Dinpersip. Kegiatan dilanjutkan dengan library tour, verifikasi data, dan wawancara bersama Tim Akreditasi Dinpersip yang terbagi dalam enam kelompok.
Akreditasi tahun ini menilai enam komponen, yakni koleksi perpustakaan, sarana dan prasarana, pelayanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan perpustakaan, serta pengelolaan perpustakaan.
Adhi Isnanto menyampaikan masih terdapat sejumlah subkomponen yang belum memperoleh nilai maksimal. Namun, hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas perpustakaan.
Lima tahun lalu, Dinpersip Kota Salatiga telah menjalani akreditasi dan memperoleh predikat A. Meski komponen penilaian tahun ini berbeda, Dinpersip berharap dapat kembali mempertahankan predikat tersebut.
Usai asesmen, Tim Asesor memberikan sejumlah masukan, antara lain peningkatan kepuasan pemustaka, penambahan koleksi anak dan rak koleksi, optimalisasi tenaga perpustakaan, peningkatan kompetensi kepala perpustakaan melalui diklat maupun webinar, serta penambahan anggaran pengembangan koleksi.
Visitasi turut dihadiri perwakilan Dinas Arpus Provinsi Jawa Tengah, perangkat daerah terkait, Ketua FTBM, Ketua IPI Jawa Tengah dan IPI Kota Salatiga, Relima, komunitas pegiat literasi, serta Educa Studio.
Adhi menyampaikan terima kasih kepada Tim Asesor atas evaluasi dan masukan yang diberikan. Ia juga mengapresiasi Tim Akreditasi Dinpersip yang telah bekerja dengan integritas dan penuh tanggung jawab dalam mempersiapkan proses akreditasi.
“Masukan dari asesor akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas perpustakaan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Akreditasi ini diharapkan tidak sekadar menjadi proses penilaian, tetapi menjadi momentum untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas perpustakaan. Lebih dari itu, proses ini menjadi bagian dari langkah bersama untuk memperkuat ekosistem literasi yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan, menghadirkan perpustakaan yang semakin dekat serta bermanfaat bagi masyarakat Kota Salatiga.














