Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinpersip menggelar Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Hotel Grand Wahid, Selasa (21/11/23). Perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensi dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan, serta menawarkan kesempatan berusaha, melindungi dan memperjuangkan budaya dan Hak Asasi Manusia (HAM). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekda yang mewakili Pj. Wali Kota sekaligus membuka acara secara resmi. Turut hadir Segenap Kepala OPD, Sekdin, BPR, Bank Jateng, PDAM, Camat atau yang mewakili, lurah serta seluruh undangan.
Sekda, Ir. Wuri Pujiastuti, M.M dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi Dinpersip dalam mengembangkan perpustakaan di Salatiga. “Bapak ibu, saat ini perpustakaan kita dalam hal administrasi sudah rangking satu. Semoga tahun 2024 kita bisa meraih prestasi lain yang lebih melejit dibawah kepemimpinan Bu Sarwanti ini. Kemajuan perpustakaan kita juga harus kita banggakan, terutama kemudahan akses untuk temen-temen kita penyandang disabilitas. Tentu atas nama Pemkot Salatiga kami mengapresiasi setinggi-tingginya gerak dari Dinpersip ini dalam melayani masyarakat”. Meskipun kemajuan teknologi informasi telah merambah ke segala bidang, Sekda juga menyampaikan pesan agar tidak melupakan pelayanan secara manual. Hal tersebut untuk memudahkan berbagai kalangan untuk mendapatkan informasi dengan pelayanan yang ramah secara merata.
Kemudian dilanjutkan penandatanganan komitmen bersama tentang dukungan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Berikut narasi penandatangan komitmen bersama, “Kami menyatakan berkomitmen : Mendukung Pengembangan Perpustakaan Kelurahan Mensukseskan Program Revitalisasi Pengembangan Perpustakaan Umum Melalui Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi di Kota Salatiga”.












