SALATIGA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpersip) Kota Salatiga menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pemutakhiran Data Perpustakaan Berbasis Wilayah Tahun 2026 di Mini Theater Dinpersip Salatiga, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para pengelola perpustakaan umum, perpustakaan khusus, dan perpustakaan sekolah yang ada di Kota Salatiga.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan data perpustakaan yang terdaftar selalu akurat, lengkap, dan mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan, program pembinaan, serta pengembangan perpustakaan. Selain itu, pemutakhiran data juga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan budaya baca dan literasi masyarakat yang menjadi salah satu agenda strategis nasional.
Plt. Kepala Dinpersip Kota Salatiga, Agung Nugroho, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendataan perpustakaan bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi, tetapi merupakan fondasi penting dalam pengembangan perpustakaan. Menurutnya, data yang berkualitas akan menghasilkan kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran bagi peningkatan layanan perpustakaan.
Berdasarkan hasil kajian Perpustakaan Nasional Tahun 2025, Tingkat Kegemaran Membaca Kota Salatiga masih berada pada kategori rendah dengan nilai 54,04. Sementara itu, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Kota Salatiga memperoleh nilai 22,99 dan menempati peringkat ke-8 di Jawa Tengah. Capaian tersebut menunjukkan bahwa upaya peningkatan budaya baca dan literasi masih memerlukan dukungan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk para pengelola perpustakaan.
Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk memastikan data perpustakaan sesuai dengan kondisi riil di lapangan, menghindari duplikasi data, mengajukan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) bagi yang belum memiliki, serta secara aktif melakukan pemutakhiran data pada sistem pendataan perpustakaan nasional. Dinpersip berharap seluruh perpustakaan di Kota Salatiga dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan data sehingga mendukung pengembangan layanan perpustakaan dan pembangunan literasi masyarakat secara berkelanjutan.











